Langsung ke konten utama

Postingan

Book Review : The Kite Runner by Khaled Hosseini, A gripping and emotional story...

Sudah tiga kali saya membaca buku ini -pertama versi komik sekitar 2010-2011 kemudian membeli buku ini di International Book Fair 2014 dan membacanya, kemudian mengulang lagi karena rindu isinya - saya tetap menangis ketika membacanya. Karya besar Khaled Hosseini ini tak sekedar bacaan tapi juga suatu suguhan yang menyentuh jiwa, memperkaya khasanah pengetahuan serta menggugah rasa. Sebelum membaca buku ini, saya sudah membaca buku From Beirut to Jerusalem karya dari Ang Swee Chai, dokter yang mengabdikan diri untuk kemanusiaan, itu pun saya merasa jiwa saya melihat langsung karena memang ini kisah nyata tanpa dibentuk fiksi. Tapi, ketika membaca The Kite Runner saya merasa imajinasi saya berkelana dan merasakan menjadi tokoh dalam cerita tesebut, emosi saya pun ikut tercurah. Buku setebal 618 halaman yang ditetbitkan penerbit Qanita sejak 2006 ini sukses mengisnpirasi saya, tidak hanya memberikan ilmu atau bacaan fiksi tapi mengubah pola pikir. Khaled Hoseeini yang menulis buk...

Concert Review : Duo Marco Vezzoso and Alessandro Collina

Menikmati musik Jazz di malam hari bagi saya tak sekedar hiburan atau relaksasi tapi juga memahami seni dan keindahannya. 26 Agustus 2017 lalu, saya menghadiri undangan konser di daerah Menteng, Jakarta. Konser ini mendatangkan musisi asal Italia yaitu Duo Marco Vezzoso dan Alessandro Collina. Mini konser beraliran musik Jazz ini dimulai dengan persembahan lagu Indonesia Raya yang dibawakan langsung oleh Marco Vezzoso (trumpeter) dan dilanjutkan dengan serangkaian musik lainnya karya duo musisi asal Itali tersebut. Alessandro Collina yang merupakan pianis  mengaku baru pertama kali datang ke Jakarta. Bahkan ia memberikan tanggapan mengenai konsernya di Indonesia. "Saya baru pertama kali datang ke Indonesia, menurut saya orang-orang Indonesia sudah siap untuk mendengarkan musik European Jazz meski dalam hal ini saya tidak tahu apakah orang-orang Indonesia akan menyukainya, akan tetapi dengan musik ini ternyata menghubungkan antar negara yang berbeda dan ini me...

Come On, Discover The Natural Beauty of Indonesia

Discover the natural beauty of Indonesia By  Riri Anggraheni Eka Rimandasari  | 14, Nov, 2017 Indonesia  is a country rich in diversity and natural wonders. With 18,110 islands, 6,000 of them inhabited,  Indonesia  is the largest archipelago in the world. It has many magnificent islands waiting to be explored and promises an experience filled with adventure, relaxation, culinary delights and beautiful memories. Among the top  tourist attractions in Indonesia , there are several places to observe Indonesia’s natural beauty.  Read on to learn more about these natural beauty spots in Indonesia so you can plan a visit to some or all of them during your  Halal Trip to Indonesia . Venture off the well-worn tourist trail and uncover some of these extraordinary sights! Credit - giphy.com 1.Komodo Island, East Nusa Tenggara Located in East Nusa Tenggara, Komodo Island is one of Indonesia destinations. Komodo Islan...

Bait Puisi Untuk Kakek

I Suguhan secangkir kopi di senja merona, Kian ingatkanku pada sosok sendu di ujung sana, Kenangan ini masih menguat dalam dada, Masih kuingat bisiknya "jangan bersedih, masih ada asa dan cita di tiap anak tangga" Ah, kuingat senyumnya penggubah syair pelukis rinduku padanya Pencabut kata yang lemah-lemah, kan jadi serunai suling nyawaku disana, Sambutlah aku ketika cita itu telah ku genggam Kakek, terimakasih atas petuah yang kau tanam Kelak kita akan berkumpul kembali di sisi Ilahi Rabbi dan menyapa dengan salam II Dua puluh tiga tahun aku melihat wajahmu Dua puluh tiga tahun kau berikan sentuhan kasihmu Engkau yang mengajarkanku arti ketelatenan Engkau yang mengajarkanku tuk tetap bersahaja di tengah kehidupan fana Engkau yang mengajarkanku tuk jadi insan terhormat, cerdas dan sopan Dan Engkau yang mengajarkan aku tentang kasih dan kebaikan Bagiku engkau sosok yang sangat luar biasa Begitu banyak pelajaran yang ku dapat Engkaupu...

Review Film Posesif, Coba Bandingkan Zaman SMA Kamu!?

Melihat judul film asal Indonesia satu ini, kebanyakan orang berpikir film ini bertema cinta yang mengisahkan pasangan posesif. Tidak salah, tapi di film ini kamu tak hanya mendapat suguhan drama cinta tapi juga konten mengenai mimpi dan keluarga. Dalam lingkungan yang terdekat, yaitu keluarga, perilaku negatif yang tak disadari ternyata menjadi boomerang (bukan boomerang instagram lho ya) yang menakutkan. Begitu pula dengan kisah Yudhis (Adipati Dolken) dan Lala (Putri Marino). Well, sejujurnya saat teman dekat saya mengajak meet up dan nonton bioskop dadakan ini, saya tidak tertarik untuk memilih film ini. Karena saya bukanlah pecinta film romantis apalagi film remaja Indonesia (udah kelewat dibilang remaja saya mah), saya mungkin lebih prefer film thriller atau horror. Tapi, berhubung teman saya ini suka ngliat si Adipati Dolken itu, ya saya akhirnya setuju. Alhasil, nonton lah kami sambil ketawa-ketiwi nostalgia masa SMA. Saat menyaksikan Film Posesif, jangan bayangkan ...

Amazing! Things To Do In Sumba You Would Love To Embark On

Have you always wanted to travel back in time and get a taste of an ancient civilization? In Sumba, a mysterious and rugged island located in East Nusa Tenggara, southwest of Flores, you can get a glimpse of tribal villages built on hilltops and fortified by historic stone walls. If the Skull Island from the movie King Kong is real, Sumba could be a pretty good candidate to fill that title. In fact, headhunting rites are still going on and you can literally find “skull trees” in the villages where severed heads would be displayed. Here, rolling savannah and uncharted limestone hills layer the countryside, while hilltop villages with thatched tribal homes are guarded by megalithic tombs. This is also one of the prime destinations for surfers around the world. Getting there: Sleepy Waitabula, the most easterly large town in Sumba, is your western gateway to Sumba and houses the island’s largest and most modern airport, Tambolaka. On the other hand, the capital Waing...

#TravelPedia Keeksotisan Gili Trawangan Mengalahkan Bali? Ini 6 Alasannya

Tak sedikit turis baik domestik maupun mancanegara yang kini justru melirik Gili Trawangan Lombok dibanding Bali. Meski gelombang wisata ke Bali masih belum tertandingi oleh destinasi-destinasi lainnya di Indonesia. Beberapa tahun terakhir tren positif kunjungan wisata ke Gili Trawangan kian membuktikan jika daerah di timur Pulau Dewata ini siap memberikan pengalaman wisata yang berbeda. Walaupun Bali telah ama menjadi ikon wisata Indonesia. Lho, kok bisa ya? Apa sih alasan Gili Trawangan menjadi primadona mengalahkan Bali? Yuk, intip 6 alasan Gili Trawangan lebih eksotis dibanding Bali berikut ini. Jauh Dari Bising Kendaraan dan Polusi Udara Image: ashtarilombok.com Ketenangan menjadi kunci kenyamanan bagi wisatawan saat ini. Bukankah begitu? Keunggulan Gili Trawangan dibanding daerah-daerah wisata lainnya di Indonesia termasuk Bali adalah dilarangnya kendaraan bermotor masuk ke dalam pulau. Hasilnya tentu saja kawasan yang bebas kebisingan dan bebas dari...